Jumat, 26 Februari 2010

jeritan kubur

J E R I T A N K U B U R

Hal Ihwal Para Mayit Ketika Diturunkan Ke Liang Kubur, Pertanyaan Para Malaikat, Luas dan Sempitnya Kubur serta Tempatnya di Surga atau Neraka

1. Dalam riwayat Bukhari disebutkan,” Jika seorang hamba mukmin dimasukkan ke liang kubur lalu ditanya oleh malaikat kemudian bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah.
2. Thabrani menceritakan dari hadits Barra’ ibn Azib dari Nabi saw,” Orang kafir akan ditanya oleh malaikat,”Siapa Tuhanmu?’tidak tahu, jawabnya. Kemudian ia dipukul denga tongkat kecil dari besi yang bisa menghancurkan sebuah gunung yang pukulannya bisa didengar oleh semua makhluk kecuali jin dan manusia.
3. Dalam riwayat Imam Ahmad diceritakan,”…kemudian ia ditemani oleh seorang yang bisu, tuli dan buta yang membawa tongkat kecil dari besi yang bisa menghancurleburkan sebuah gunung, maka ia akan dipukul dengan satu pukulan sampai hancursampai hancur lebur laksana debu, kemudian dikembalikan oleh Allah ke kondisi semula lalu dipukul lagi sampai menjeit keras, di mana jeritannya bisa di dengar oleh semua makhluk, kecuali jin dan manusia.



Ucapan Kubur Saat Mayit Diturunkan ke Dalamnya

1. Tirmidzi menceritakan dari hadits Abdullah ibn Walid Washafi dari Atiyyah dari Abu Sa’id bahwasanya Rasulillah saw pernah masuk ke dalam mesjid lalu melihat sekumpulan orang yang sedang bergerombol dan tertawa. Beliau berkata,” seandainya kalian banyak mengingat penghancur kenikmatan yaitu kematian niscaya kalian akan lupa untuk berbuat begini. Oleh karena itu hendaklah kalian banyak mengingat mati karena tidak ada yang datang ke kuburan kecuali kuburan akan berkata,” Aku adalah tempat keterasingan, kesendirian dan tempat belatung yang penuh dengan debu.” Jika orang mukmin dikuburkan, kuburan berkata,” Selamat datang bagimu, kamu adalah orang yang paling aku sukai yang lewat di atasku. Hari ini kamu kuangkat sebagai teman dan kamu telah berada di dekaktku maka kamu akan melihat apa yang aku lakukan untukku. Maka dilapangkan kuburnya seluas mata memandang dan dibukakan pintu surga baginya. Sementara itu jika orang kafir atau orang jahat yang dikubur, maka kuburan berkata,” Tidak ada selamat datang bagimu, kamu adalah orang yang paling kubenci melewatiku. Maka jika saat ini kamu menemaniku dan berada bersamaku maka kamu lihat apa yang aku lakukan padamu. Maka kuburan itu menyatu hingga menghimpit tubuhnya dan membuat tulang belulangnya saling melipat. Lalu di sekelilingnya disediakan 70 ekor ular naga yang besar yang jika salah seekor ular itu meniup ke bumi, maka tidak akan bisa menumbuhkan apa-apa karena hangus terbakar.. Si mayit akan terus berada dalam kondisi yang demikian sampai datangnya kiamat.” Beliau bersaba, “ Kuburan itu bisa menjadi sebuah taman surga atau jurang neraka.

Berkumpulnya Amal Para Mayit

1. Ibn Mandah meriwayatkan dari jalur Muhammad ibn Juhadah dari Thallah ibn mashrif dari Abu Hazim dari abu Hurairah,” Jika seorang Mukmin dimasukkan ke dalam kubur, setan akan mendatanginya dari arah kepala, tetapi sujud menjadi penghalang bagi keduanya. Lalu ia datang dari arah kedua tangannya namun puasa menjadi penghalangnya dan ketika datang dari arah kedua kakinya maka berdiri untuk shalat menjadi penghalangnya. Kemudian dibukakan baginya pintu surga dan ia berkata,” wahai Tuhanku antarkan aku ke tempat tinggalku. Dikatakan padanya. Kamu punya banyak saudara laki-laki da perempuan yang belum menyusulmu, maka tidurlah dengan tenang dan jangan merasa takut sesudahnya.
2. Khalaf menceritakan mengenai surah Tabarak. Tabarak adalah penghalang siksa kubur. Tabarak adalah surah penyelamat dan pembela yang akan membela pembacanya di sisi Allah dan meminta agar pembacanya diselamatkan dari siksa api neraka.
3. Diceritakan dari Siwar ibn Mush’ab,” Siapa yang membaca surah as sajadah dan tabrak sebelum tidur maka akan diselamatkan dari siksa kubur dan dilindungi dua malaikat penguji di alam kubur.
4. Dengan Isnad ibn Abu Dunya diceritakan dari yazid Raqasyi,” Aku mendengar bahwa jika seorang mukmin meninggal dunia dan ada yang belum dipelajarinya dari Alqur’an maka akan dikirim kepadanya sejumlah malaikat yang akan mengajarkannya sehingga ia hafal apa yang belum dipelajarinya.

Siksa Kubur dan Nikmat Kubur

1. Dalam shahih Muslim diceritakan dari ibn Abbas dari nabi saw bersabda,” Jika salah seorang dari kalian selesai membaca tasyahud akhir maka hendaklah ia memohon perlindungan dari 4 hal yaitu siksa neraka jahanam, siksa kubur, cobaan hidup dan mati serta fitnah dajjal.
2. Nabi saw pernah melewati dua kuburan lalu berkata,” keduanya sedang disiksa bukan karena dosa besar akan tetapi karena salah satunya tidak membersihkan air kencingnya dan satu lagi suka mengadu domba.
3. Ibn Wahab menceritakan kepada Amr ibn Harits,” Orang mukmin berada dalam kuburnya seperti berada di sebuah taman hijau yang luasnya 77 hasta dengan diterangi cahaya seperti malam bulan purnama.
4. Abu Abdurrahman al-Muqri dari Daud dan Abu Sahar,” Jika ada orang mukmin yang suka tahajjud dan membaca Alquran meninggal, maka ketika ia dimandkan. Alquran akan berada di sisi kepalanya. Setelah ia dimandikan, Alquran akan berada di antara dada dan kain kafannya. Ketika ia dimasukkan ke liang kubur maka malaikat datang dan Alquran berada di tengah-tengah mereka. Malaikat tadi berkata,’ menyingkirlah! Kami akan bertanya kepadanya, Alquran berkata,” Demi Allah saya tidak akan pergi meninggalkannya meskipun kalian diperintahkan berbuat sesuatu terhadapnya. Oleh karena itu tinggalkanlah dia.


Para Mayit Mengetahui Orang yang Menziarahi dan Mengucapkan Salam Kepada Mereka.

1. Diceritakan dari Hasan Qhasab, dia suka pergi bersama Muhammad ibn Wasi’, Setiap sabtu pagi mereka sampai di pemakaman. Dia mendatangi kuburan dan mendoakan untuk mereka serta mengucapkan salam. Dia menanyakan, mengapa tidak mendatangi kuburan pada hari Senin saja, Muhammad ibn Wasi’ menjelaskan bahwa si mayit akan mengenali para penziarahnya pada hari Jumat dan satu hari sebelum dan sesudahnya.
2. Abu Thahir berkata bahwa ia mendengar Abu Barakah berkata ,” Wahai anakku duduklah sebentar di sisi kuburku agar aku bisa menatapmu dengan senang dan berdoalah untukku. Jika kamu berdoa maka rahmat akan datang di antara aku dan kamu seperti sebuah penghalang yang melupakanku dari dirimu.

Syair Ibn Abu Dunya
Tempat para mayit menimbulkan rasa cinta
Namun jika kesedihan akan lahir jika memandangnya
Tempat yang tidak menjawab jika kau panggil
Dan tentu saja kamu tidak enak jika tidak ada jawaban
Tapi bagaimana si mayit bisa menjawab panggilanmu
Sementara ia diselimuti batu besar dan debu tanah
Ia tinggal di sana sampai manusia dibangkitkan oleh Allah
Kamu dekat tapi tidak ada harapan bertemu denganmu
Makin hari kamu bertambah hancur

Orang-orang tercinta pergi setelah lama saling mengasihi
Tempat berkunjung sudah jauh dan kamu sudah diserahkan
Membiarkanmu paling fakir di tempat terasing
Mereka tidak menemanimu dan menghapus kesedihanmu
Ketetapan sudah diputus dan kamu menjadi penghuni kubur
Di sisi orang-orang tercinta yang datang lalu berpisah

Hai orang yang lalai hatinya untuk mengingat mati
Sebentar lagi kamu akan berada di antara para mayit
Ingatlah tempatmu sebelum memasukinya
Dan bertobatlah kepada Allah dari kealpaan dan kesenangan
Kematian punya waktu untuk menjemput seseorang
Ingatlah musibah-musibah zaman
Janganlah merasa tenang dengan dunia dan hiasannya
Sebentar lagi kematian akan tiba wahai orang-orang yang berakal

Aku akan dilupakan dan juga rasa cintaku
Seorang teman akan mrndapatkan teman lagi setelah kematianku

Syair Salamah al-Bashri
Kau kagum oleh kuburan dan keindahan bangunannya
Padahal jasad di dalamnya sudah hancur
Tanyalah para mayit tentang keadaan mereka
Maka tak akan ada kejelasan berita dari mereka

Syair Al-Barra’
Kamu datangi kuburan maka tanyakan kepadanya
Mana orang terhormat dan orang terhina
Mana yang menghinakan kekuasaannya
Dan mana yang kuat jika punya kemampuan
Mereka telah pergi semuanya tanpa ada lagi pemberi berita
Habis cerita tentang mereka dengan matinya mereka semua
Hai sipenanya tentang orang-orang yang sudah mati
Apa kau tidak beriktibar dengan apa yang kau lihat
Kau pulang pergi dan akan hancur oleh tanah
Lalu rupa dan fisik yang indah pun menghilang

Kematian mengusirku dari istanaku
Debu menjadi pembaringan setelah kemewahan
Ada hamba Allah yang beriktibar setelah melihat kuburku
Dan takut mengalami perubahan nasib dari hari-harinya
Kumohon ampunan-Nya dari kejahatan dan rasa dendamku
Juga kemenanganku di hari taufiq
Demikianlah nasib manusia meskipun senang di dunianya
Mereka tertipi oleh lamanya upaya mengulur-ulur waktu

Syair di Bukit al- Ailah
Kematian adalah lautan berombak ganas
Di mana para perenang kewalahan menghadapinya
Dengarlah ucapan dari orang pintar
Tidak ada teman bagi seseorang
Selain ketakwaan dan amal shalih

Segeralah gunakan masa mudamu sebelum berlalu
Dan beramallah untuk harimu yang punya kemuliaan
Tak ada Idul fitri bagi si mayit di alam kuburnya
Juga Idul adha dan juga hari Asyura
Jauh dari keluarga meskipun dekat jaraknya
Seperti itu juga nasibku nanti
Aku sendiri di kubur dan keluarga sudah meninggalkanku
Membiarkanku menghadapi dosa-dosaku
Aku takut jika belum dimaafkan

Wahai orang yang berdiri di atas kubur
Berdiri di antara orang yang pergi dan hadir
Mereka tinggal di kehancuran dengan ditutupi debu tanah
Dan batu besar menunggu tibanya jeritan kebangkitan
Janganlah kau lupakan tempat kembali bagi kami
Karena besok kau akan mendatanginya

Sumber: Ibn Rajab al-Hanbali. 2004. Jeritan Kubur. Jakarta: Pustaka Islami

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates