Sabtu, 17 Mei 2014

kojid acid


Kojic acid telah banyak digunakan sebagai bahan kosmetik utama terkait manfaatnya sebagai inhibitor melanin khusus yang mampu mencerahkan titik-titik pigmen dan warna kulit sejak ditemukan sebagai bahan alami yang di extract dari jamur jepang pada tahun 1989. Saat ini, Kojic Acid juga digunakan pada berbagai macam format kosmetik untuk menghilangkan bintik-bintik flex, bintik-bintik penuaan, dan menyembuhkan jerawat. Kojic Acid juga dapat menetralkan radikal bebas, memperkuat aktivitas sel, dan mencegah degenerasi sel. Kojic Acid secara luas dikonsumsi dalam makanan Jepang terkait manfaatnya bagi kesehatan.
EFEK KOJIC ACID PADA KULIT:
Pada tingkat molekuler, melanin diproduksi dalam tubuh dari konversi (dalam beberapa langkah) dari asam amino tirosin. Konversi membutuhkan enzim yang dikenal sebagai tirosinase. Kojic Acid dapat mencegah aktivitas tirosinase melalui reaksi sintesis dengan sifat antioksidan. Kojic acid dapat menembus lapisan kulit atas dan memasuki sel-sel kulit untuk menghambat pembentukan pigmen pada sel-sel yang mendalam pada kulit. Kojic acid dan turunannya telah terbukti menjadi agen pemutihan yang paling efektif dibandingkan dengan agen pemutih kulit lainnya.
Kojic acid, atau asam kojat, memiliki nama kimia 5-hydroxy-2-hydroxymethyl-4-pyrone. Asam kojic banyak digunakan sebagai bahan pemutih pada produk-produk kosmetik dengan konsentrasi penggunaan maksimum 1%. Asam ini adalah  metabolit jamur yang biasa diproduksi oleh banyak spesies Aspergillus, Acetobacter, danPenicillium. Awalnya ditemukan di Jepang pada tahun 1990-an pada proses fermentasi beras, misalnya pada pembuatan sake. Asam ini memiliki banyak kegunaan, tidak hanya sebagai bahan dalam produk kecantikan, tetapi juga digunakan dalam masakan Jepang.
BAGAIMANA KOJIC ACID BISA MENJADI AGEN PEMUTIH KULIT?
Asam kojic ternyata memiliki efek sebagai inhibitor kompetitif dan reversible padaoksidase polifenol baik pada tanaman maupun hewan, yaitu menghambattirosinase, yang mengkatalisis perubahan tirosin menjadi melanin.
Asam kojic menghambat melanosis dengan cara mengganggu  pengambilan oksigen yang diperlukan untuk proses “pencoklatan’ (browning) secara enzimatik.
Metode spektrofotometri dan kromatografi menunjukkan bahwa asam kojic  mampu mengurangi o-kuinon menjadi diphenols untuk mencegah terbentuknya hasil akhir yaitu pigmen melanin.  Karena itulah ia banyak digunakan sebagai agen pencerah kulit dalam preparat kosmetik dan dermatologis lainnya.  
KEGUNAAN LAIN KOJIC ACID ?
Asam kojic juga memiliki sifat insektisida karena efek penghambatan pada tirosinase  serta kemampuannya untuk berinteraksi dengan o-kuinon dari katekolamin, sehingga mencegah proses sclerotization. Karena sifat penghambatannya pada berbagai oksidase, asam kojic juga telah digunakan secara komersial selama bertahun-tahun di Jepang sebagai bahan tambahan makanan, misalnya sayuran segar, kepiting, dan udang, untuk mempertahankan kesegaran mereka (antioksidan) dan menghambat perubahan warna. Selain itu, asam kojic juga digunakan sebagai  pengawet, sebagai antioksidan untuk lemak dan minyak, dan agen pengatur pertumbuhan tanaman untuk meningkatkan produksi, mempercepat pematangan, dan meningkatkan rasa manis. Asam kojic juga memiliki sifat antimikroba lemah dan aktif terhadap beberapa strain bakteri umum pada pengenceran dari 1:1.000 sampai1:2.000.
APAKAH KOJIC ACID  AMAN?
Sebagai agen pemutih kulit, asam kojic tidak bersifat karsinogenik. Namun demikian beberapa orang yang kulitnya sensitif dilaporkan mengalami semacam dermatitis kontak, sejenis alergi kulit  yang ditandai dengan  gatal  kemerahan, iritasi. Untuk itu, kadang dalam krim yang mengandung asam kojic, dapat juga ditambahkan bahan lain sebagai anti alergi yaitu kortikosteroid topikal. Asam kojic ini menjadi semakin popular dan meningkat penggunaannya karena memiliki keamanan lebih baik dari pendahulunya yaitu hidroquinon. Bagi mereka yang sensitif terhadap asam kojic tentu perlu mempertimbangkan penggunaannya.
BAGAIMANA PENGGUNAANNYA KOJIC ACID ?
Produk asam kojic paling sering digunakan untuk penggunaan topical (kulit), dalam bentuk lotion, krim, atau serum.  Dosis yang dianjurkan relatif kecil, dengan konsentrasimaksimum sebesar 1%. Namun untuk mengurangi kemungkinan efek samping, produk kosmetik pencerah kulit dapat menggunakan konsentrasi sekitar  0,2%. Selain krim, kojic acid juga dapat dijumpai dalam bentuk sabun, lotion, bahkan sediaan injeksi.  Tentu saja, kita juga harus mempertimbangkan bagaimana senyawa ini akan bereaksi dengan tubuh. Mereka yang mengalami kepekaan mungkin perlu untuk menggunakannya lebih jarang dan mengevaluasi kembali penggunaannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates